Pada saat sedang merenovasi sebuah rumah, seseorang mencoba merobohkan tembok. Rumah di Jepang biasanya memiliki ruang kosong di antara tembok yang terbuat dari kayu. Ketika tembok mulai roboh, di menemukan seekor cicak terperangkap di antara ruang kosong tersebut di mana kakinya melekat pada sebuah surat. Dia merasa kasihan sekaligus penasaran. Lalu ketika dia mengecek surat tersebut, ternyata surat itu sudah ada sejak 10 tahun lalu ketika rumah itu pertama kali dibangun.
Apa yang sedang trejadi? Bagaimana cicak itu dapat bertahan dengan kondisi terperangkap selama 10 tahun? Dalam keadaan gelap gulita selama 10 tahun, tanpa sedikit pun bergerak leluasa. Itu terasa mustahil dan tidak masuk akal.
Sahabat sulit dicari,,, bagaikan mencari jarum di dalam tumpukan jerami... maka,, bersyukurlah atas apa yang tlah kau miliki slama ini...
Tampilkan postingan dengan label Anda Bisa Jika Anda Berfikir Bisa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Anda Bisa Jika Anda Berfikir Bisa. Tampilkan semua postingan
Kamis, 07 Oktober 2010
tEntang PakU
Suatu saat ada seorang pria yang sangat pemarah. Untuk mengurangi kebiasaan marah pria itu, ayahnya memberikan sekantong paku dan mengatakan pada anak itu untuk memakukan sebuah paku ke pagar belakang, setiap kali ia marah.
Pada hari pertama anak itu telah memakukan 48 paku ke pagar setiap kali ia marah. Lalu secara bertahap jumlah itu semakin berkurang setiap harinya. Dia mendapati bahwa lebih mudah menahan amarahnya dari pada memakukan paku ke pagar.
Akhirnya tibalah hari dimana anak tersebut merasa sama sekali bisa mengendalikan amarahnya dan tidak cepat kehilangan kesabarannya. Dia memberitahukan hal ini kepada ayahnya, yang kemudian mengusulkan agar dia mencabut satu paku setiap hari dimana ia tidak maarah.
Hari-hari kemudian berlalu dan anak laki-laki itu akhirnya memberitahu kepada ayahnya bahwa semua paku telah tercabut olehnya. Lalu sang ayah menuntun anaknya ke pagar. “kamu telah berhasil dengan baik anakku, tapi lihatlah lubang-lubang pagar ini. Pagar ini tidak akan pernah bisa sama seperti sebelumnya. Ketika kamu sedang mengatakan sesuatu dalam kemarahan. Kata-katamu meninggalkan bekas seperti lubang ini di hati orang lain.”
Sang ayah pun melanjutkan, “Kamu bisa saja meminta maaf atas kemarahanmu, tetapi tidak peduli beberapa kali kamu minta maaf, bekas luka itu akan tetap ada.”
Rabu, 06 Oktober 2010
Cinta dan Waktu
Alkisah di suatu pulau, tinggallah berbagai benda-benda abstrak, dimana terdapat Cinta, Kesedihan, Kekayaan, Kegembiraan, dan sebagainya. Mereka hidup berdampingan dengan baik.
Akan tetapi, suatu ketika datanglah bencana badai yang menghempas pualu itu dan air laut tiba-tiiba naik menenggelamkan pulau tersebut. Semua penghuni mencoba menyelamatkan dirinya. Cinta terlihat kebingungan karena ia tidak dapat berenang dan tidak mempunyai perahu. Ia berdiri di tepi pantai mencoba mencari pertolongan. Sementara itu air semakin meninggi membasahi kaki Cinta.
Akan tetapi, suatu ketika datanglah bencana badai yang menghempas pualu itu dan air laut tiba-tiiba naik menenggelamkan pulau tersebut. Semua penghuni mencoba menyelamatkan dirinya. Cinta terlihat kebingungan karena ia tidak dapat berenang dan tidak mempunyai perahu. Ia berdiri di tepi pantai mencoba mencari pertolongan. Sementara itu air semakin meninggi membasahi kaki Cinta.
Langganan:
Postingan (Atom)


